Rabu, 20 April 2016

Cara Mereduksi Terorisme di Kalangan Mahasiswa

Di awal tahun 2016 Indonesia di gemparkan dengan serentetan peristiwa berupa sedikitnya enam ledakan, dan juga penembakan di daerah sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia pada tanggal 14 Januari 2016. Ledakan terjadi di dua tempat, yakni daerah tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah, dan sebuah pos polisi di depan gedung tersebut. Sedikitnya delapan orang (empat pelaku penyerangan dan empat warga sipil) dilaporkan tewas dan 24 lainnya luka-luka akibat serangan ini.

        Selain dengan kejadian tersebut masih banyak lagi kejadian yang hamper serupa di berbagai belahan dunia, disini ditemukan suatu fakta bahwa perekretutan calon pelaku terorisme rata-rata di ambil dari kalangan Universitas. Banyak kejadian pelaporan orang hilang dikalangan Universitas setelah di selidiki bahwa orang hilang tersebut sebenarnya tidak hilang namun ikut dalam suatu organisasi yang menyimpang ke arah terorisme.
       
Waspada. Lagi-lagi Indonesia yang tercenangkan dengan berita BOM dan terorisme. Akhir-akhir ini kasus terorisme di Indonesia meningkat pesat. Salah satu objek sasaran pelaku BOM bunuh diri biasanya diambil dari kalangan-kalangan mahasiswa. Oleh karena itu kita harus bisa berhati-hati memilah dan mimilih pergaulan yang baik bukan sekedar baik tapi juga memakai logika.
        Menurut saya mudah saja mereduksi terorisme di kalangan mahasiswa. Kita sebagai mahasiswa yang berattitude sudah slayaknya tau apa yang pantas kita lakukan dan apa yang tidak pantas kita lakukan. Kita sebagai manusia yang mempunyai Tuhan juga seharusnya tau mana yang baik untuk dilakukan ataupun sebaliknya.
       Banyak kasus BOM bunuh diri kini mengatas namakan agama dan keyakinan. Membela agama lantas melakukan hal yang paling mulia. Menurut saya hanya mahasiswa bodoh yang mempunyai fikiran seperti itu. Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan sesuatu hal yang tidak baik kepada umatnya. Seharusnya kita sebagai mahasiswa yang bijaksana harus tau dan paham betul akan hal itu. Jika difikir lebih dalam, mengorbankan diri untuk membela agama, apakah boleh? Sedangkan bunuh diri saja hal yang paling dibenci oleh Tuhan. Ditambah melukai orang lain bahkan hingga merugikan dan menewaskan orang lain. Darisitu sebenarnya kita sudah harus paham.
       Hal yang harus kita lakukan sebagai mahasiswa ialah lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa meminta agar tidak terjerumus pada sesuatu hal yang salah. Bergaul dengan orang-orang baik dan bijaksana. Serta berfikir secara logis dan kritis. Menurut saya itu sudah lebih dari cukup untuk mereduksi terorisme di kalangan mahasiswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar