SEJARAH BANGSA YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PANCASILA
·
Nilai Peri Kemanusiaan
Nilai ini tampak dalam perilaku
kehidupan saaat itu misalnya penghargaan terhadap hakekat kemanusiaan yang
ditandai dengan penghargaan yang tinggi terhadap manusia meskipun sudah
meninggal. Hal ini menggambarkan perilaku berbuat baik terhaap sesama manusia,
yang pada hakekatnya merupakan wujud kesadaran akan nilai kemanusiaan. Mereka
tidak hidup terbatasdi wilayahnya, sudah mengenal sistem barter antara kelompok
pedalaman dengan pantai dan persebaran kapak. Selain itu mereka juga menjalin
hubungan dengan bangsa-bangsa lain.
·
Nilai Kesatuan
Adanya kesamaan bahasa Indonesia sebagai
rumpun bahasa Austronesia, sehingga muncul kesamaan dalam kosa kata dan
kebudayaan. Hal ini sesuai dengan teori perbandingan bahasa menurut H.Kern dan
benda- benda kebudayaan Pra Sejarah Von Heine Gildern. Kecakapan berlayar
karena menguasai pengetahuan tentang laut, musim, perahu, dan astronomi,
menyebabkan adanya kesamaan karakteristik kebudayaan Indonesia. Oleh karena itu
tidak mengherankan jika lautan juga merupakan tempat tinggal selain daratan.
Itulah sebabnya mereka menyebut negerinya dengan istilah Tanah Air.
·
Nilai Musyawarah
Kehidupan bercocok tanam dilakukan
secara bersama-sama. Mereka sudah memiliki aturan untuk kepentingan bercocok
tanam, sehingga memungkinkan tumbuh kembangnya adat sosial.Kehidupan mereka
berkelompok dalam desa-desa, klan, marga atau suku yang dipimpin oleh seorang
kepala suku yang dipilih secara musyawarah berdasarkan Primus Inter Pares (yang
pertama diantara yang sama).
·
Nilai Keadilan Sosial
Dikenalnya pola kehidupan bercocok tanam
secara gotong-royong berarti masyarakat pada saat itu telah berhasil
meninggalkan pola hidup foodgathering menuju ke pola hidup foodproducing. Hal
ini menunjukkan bahwa pada saat itu upaya kearah perwujudan kesejahteraan dan
kemakmuran bersama sudah ada.
·
Nilai-Nilai Pancasila Sebelum Kemerdekaan
Nilai-nilai esensial Pancasila sebelum
disahkan tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI nilainya telah ada pada bangsayang
terkandung Indonesia sejak zaman dahulu berupa :dalam pancasilayaitu : Nilai –
Nilai Adat Kemanusiaan Persatuan Kebudayaan Religius Istiadat Ketuhanan Kerakyatan
Keadilantelah dimiliki bangsa Indonesia sejak bangsa Indonesia melaluiproses
sejarah yang cukup panjang , yaitu pada zaman Batu.Kemudian dasar-dasar
kebangsaan Indonesia mulai tampakpada abad ke VII ketika timbulnya kerajaan
Sriwijaya, Airlangga dan Majapahit serta kerajaan-kerajaan lainnya.
Indonesia memasuki zaman sejarah pada
tahun 400M, dengan ditemukannya prasasti 7 Yupa . Raja Mulawarman menurut
prasasti tersebut mengadakan kenduri dan memberikan sedekah kepada Brahmana dan
para Brahmana membangun Yupa itu sebagai tanda terima kasih kepada Raja yang
dermawan. Sosial Masyarakat Kutai yang membuka zaman sejarah Politik Indonesia
pertama kalinya Kerajaan, menampilkan nilai-nilai Kenduri, berupa :
SedekahKetuhanan Brahmana.
Pada abad ke VII muncullah sebuah
kerajaan di Sumatera yaitu kerajaan Sriwijaya, dibawah kekuasaan wangsa
Syailendra . Hal ini termuat dalam prasasti Kedukan Bukit. Perdagangan
dilakukan dengan mempersatukan pedagang pengrajin dan pegawai Raja yang disebut
Tuha An Vatakvurah sebagaipengawas dan pengumpul semacam koperasi sehingga
rakyat mudah untuk memasarkan barang dagangannya.Demikian pula dalam sistem
pemerintahannya kerajaan dalam menalankan sistem pemerintahannya tidak dapat
dilepaskandengan nilai Ketuhanan. Sedangkan agama dan kebudayaandikembangkannya
dengan mendirikan suatu Universitas agama Buddha.
Sebelum kerajaan Majapahit, muncul
kerajaan- kerajaan yang memancangkan nilai-nilai Nasionalisme. Muncul
kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur secara silih berganti. Di Kerajaan
Isana, Jawa Tengah muncul Kerajaan Kalingga (abad ke Darmawangsa, VII) dan
Sanjaya pada (abad ke VIII) . dan Airlangga. Raja Airlangga Membangun bangunan
Keagamaan dan Asrama sebagai sikap toleransi dalam beragama Membuat Hubungan
dagang dan kerja sama dengan Benggala, Chola dan1037, Raja Airlangga Champa yg
membuat tanggul 1019 , para pengikutnya , rakyat, menunjukkan nilai-nilai dan
waduk demi dan para brahmana bermusyawarah dan kemanusiaan keseahteraan
memutuskan untuk memohon pertanian Rakyat, Airlangga bersedia menjadimerupakan
nilai – nilai Raja sebagai nilai-nilai sila ke IV. sila ke V.
Pada tahun 1293, berdirilah keraaan
Majapahit yang mencapai zaman keemasannya pada pemerintahan Raja Hayamwuruk.Pada waktu itu, agama Hindu dan Budha hidup
berdampingan dalam satu Kerajaan, bahkan salah satu bawahan kekuasaannya yaitu
Pasai justru memeluk agama Islam. Toleransi positif dalam beragama dijunjung
tinggi sejak masa bahari yang telah silam. Majapahit menjulang dalam arena
sejarah kebangsaan Indonesia dan banyak meninggalkan nilai- nilai yang diangkat
dalam nasionalisme negara kebangsaan Indonesia 17 Agustus 1945. Namun , sinar
kejayaan Majapahit berangsur-angsur mulai memudar dan akhirnya mengalami
keruntuhan dengan “Sinar Hilang Kertaningbumi” pada permulaan abad ke XVI
(1520).
Pattimura di Maluku Akhir abad ke XVI ,
Belanda Abad XVII , pada awalnya (1817) datang ke Belanda menguasai
daerah-daerah yang Indonesia. strategis dan kaya akan Baharuddin di hasil
rempah-rempah Palembang (1819) Imam Bonjol di Minangkabau (1821- 1837) Namun
kedudukannya semakin diperkuat dengan kekuatanPangeran Diponegoro di
militerJawa Tengah (1825-1830) Melihat praktek-praktekJelentik , Polim, Teuku
Tjik penjajahan Belanda tersebut di Tiro, Teuku Umar maka meledaklah perlawanan
rakyat di berbagai wilayah dalam perang Aceh Nusantara, antara lain : (1860)
Pada abad XX di panggung politik
internasional terjadilah pergolakanAdapun di Indonesia , kebangkitan dunia
Timur denganbergolak lah kebangkitan suatu kesadaran akan kekuatannyakesadaran
akan berbangsa sendiri.yaitu kebangkitan
Nasionaldipelopori olehdr. Wahidin Sudirohusododengan Budi Utomo-nya. Budi
Utomo yang dididirikan pada 20 Mei 1908, dan inilah yang merupakan pelopor
pergerakan Nasional, sehingga segera setelah itu muncullah
organisasi-organisasi pergerakan lainnya.
Jepang masuk ke Indonesia dengan
propaganda“Jepang Pemimpin Asia, Jepang saudara tuabangsa Indonesia” . Agar
mendapat dukungan dari bangsa Indonesia , pemerintahan Jepang menjanjikan
Indonesia Merdeka kelak di kemudian hari. Pada tanggal 29 April 1945 , Jepang
memberikan hadiah ulang tahun kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kedua
pemerintah Jepang berupa “ kemerdekaan tanpa syarat” sebagai realisasi
janji-janji tersebut maka dibentuklah suatu badan yang bertugas untuk
menyelidiki usaha- usaha periapan kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu Badan
Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Sidang ini dilaksanakan pada tanggal 29
Mei 1945 – 1 Juni 1945 , pada tanggal 29 Mei 1945, dalam pidato Muh. Yamin,
beliau mengusulkan calon rumusan dasar negara negara Indonesia sebagai berikut
: Pada tanggal 31 Mei1945, dalam pidato Prof. Dr. Peri Peri Peri Supomo
mengemukakan Kebangsaan Kemanusiaan Ketuhanan teori-teori negara sbb : Teori
Negara Perseorangan(Individualis), Paham Negara Peri Kesejahteraan Kelas (
Class Theory), Paham Kerakyatan Rakyat Negara Integralistik. 5 Prinsip sebaga
Dasar negara tersebut kemudian oleh Soekarno Pada tanggal 1 Juni 1945, dalam
agar diusulkan agar dinamakan pidato Ir. Soekarno mengusulkan Pancasila. Beliau
juga mengusulkan dasar negara yang terdiri atas 5 bahwa Pancasila adalah
sebagai prinsip . Nasionalisme (Kebangsaan dasar filsafat negara dan
Indonesia), Internasionalisme (Peri pandangan hidup Bangsa Kemanusiaan) , Mufakat
(Demokrasi) , Indonesia. Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan YME (Ketuhanan yang
berkebudayaan) .
Pada tanggal 22 Juni 1945, Ir. Soekarno
mengadakan pertemuanuntuk membentuk panitia kecil yang terdiri atas sembilan
orang dan dikenal dengan s ebutan Panitia Sembilan. Panitia ini mencapai suatu
hasil yang baik yaitu suatu modus atau persetujuan antara golongan Islam dan
golongan kebangsaan. Pada tanggal 11 Juli 1945 keputusan penting dalam rapat
BPUPKI kedua adalah menghendaki Indonesia Raya yangsesungguhnya yang
mempersatukan semua kepulauan Indonesiayang pada bulan Juli 1945 itu sebagian
besar wilayah Indonesia kecuali Irian, Tarakan dan Morotai yang masih dikuasai
Jepang. Pada tanggal 14 Juli badan penyelidik bersidang lagi dan melapirkan
hasil pertemuannya terdiri atas susunan UU yang terdiri dari 3 bagian .
Pada tanggal 16 Agustus 1945, diadakan
pertemuan di Pejambon , Jakarta. Dan diperoleh kepastian bahwa Jepang telah
menyerah , maka Soekarno dan Hatta setuju untukdilaksanakannya proklamasi
kemerdekaan yang dilaksanakan di Jakarta. Kemudian pada tanggal 17 Agustus
1945, di Jl.Pegangsaan Timur 56 Jakarta, pada hari Jum’at pukul 10.00 WIB, Bung
Karno dengan didampingi Bung Hatta membacakan naskah proklamasi dengan
hikmat.Sehari setelah proklamasi kemerdekaan, pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI
mengadakan sidangnya yang pertama, dilanjutkan dengan sidang PPKI kedua, ketiga
dan keempat.
Masa Setelah Proklamasi Kemerdekaan
Setelah proklamasi kemerdekaan 17 agustusMaklumat Wakil presiden No. X 1945
ternyata bangsa Indonesia masih tanggal 16 Oktober 1945 menghadapi kekuatan
sekutu yang berupaya menanamkan kembali kekuasaan Belanda di Maklumat
Pemerintah tanggal 3 Indonesia, yaitu pemaksaan untuk mengakui November 1945
pemerintah NICA. Untuk melawan propaganda Belanda , Pemerintah RI mengeluaran
tiga buah maklumat Maklumat Pemerintah tanggal 14 November 1945 yakni :Keadaan
demikian telah membawa ketidakstabilan di bidangPolitik.
Pancasila
sebagai filsafat
Pancasila selain ditetapkan
sebagai dasar Negara, juga sebagai pandangan hidup, landasan ideology dan
sebagai falsafah atau filsafat bangsa.
Sebenarnya Bangsa Indonesia
sudah ada sejak zaman Sriwijaya dan zaman Majapahit dalam satu kesatuan. Namun,
dengan datangnya bangsa-bangsa barat persatuan dan kesatuan itu dipecah
oleh mereka dalam rangka menguasai daerah Indonesia yang kaya raya ini. Berkat
perjuangan yang gigih dari seluruh rakyat Indonesia pada zaman penjajahan
Jepang dibentuk suatu badan yang diberi nama BPUPKI. Badan ini diresmikan
tanggal 28 Mei 1945 oleh pemerintah Jepang. Tanggal 29 Mei 1945 Mr. Muhammad
Yamin mengutarakan prinsip dasar negara yang sekaligus sesudah berpidato
menyerahkan teks pidatonya beserta rancangan undang-undang dasar.
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir.
Soekarno berpidato membahas dasar negara. Dan pada tanggal 18 Agustus
1945 ditetapkan undang-undang dasar yang diberi nama Undang-Undang Dasar 1945.
Sekaligus dalam pembukaan Undang-Undang Dasar sila-sila Pancasila ditetapkan. Jadi,
Pancasila sebagai filsafat bangsa Indonesia ditetapkan bersamaan dengan
ditetapkannya Undang-Undang Dasar 1945, dan menjadi ideologi bangsa Indonesia.
Arti Pancasila sebagai dasar filsafat negara adalah sama dan mutlak bagi
seluruh tumpah darah Indonesia. Tidak ada tempat bagi warga negara Indonesia
yang pro dan kontra, karena Pancasila sudah ditetapkan sebagai filsafat bangsa
Indonesia.
Filsafat Pancasila mampu
memberikan dan mencari kebenaran yang substansi tentang hakikat negara, ide
negara, dan tujuan negara. Dasar Negara kita ada lima dasar dimana setaip
silanya berkaitan dengan sila yang lain dan merupakan satu kesatuan yang utuh,
tidak terbagi dan tidak terpisahkan. Saling memberikan arah dan sebagai dasar
kepada sila yang lainnya. Tujuan negara akan selalu kita temukan dalam setiap
konstitusi negara bersangkutan. Karenanya tidak selalu sama dan bahkan ada
kecenderungan perbedaan yang jauh sekali antara tujuan disatu negara dengan
negara lain. Bagi Indonesia secara fundamental tujuan itu ialah Pancasila dan
sekaligus menjadi dasar berdirinya negara ini.
Pancasila sebagi filsafat
bangsa harus mampu menjadi perangkat dan pemersatu dari berbagai ilmu yang
dikembangkan di Indonesia. Fungsi filsafat akan terlihaat jelas, kalau di
negara itu sudah berjalan keteraturan kehidupan bernegara.
Pancasila
merupakan suatu sistem filsafat. Dalam sistem itu masing-masing silanya saling
kait mengkait merupakan satu kesatuan yang menyeluruh. Di dalam Pancasila
tercakup filsafat hidup dan cita-cita luhur bangsa Indonesia tentang hubunagan
manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesame manusia, hubungan manusia
dengan lingkungannya. Menurut Driyakarya, Pancasila memperoleh dasarnya pada
eksistensi manusia sebagai manusia, lepas dari keadaan hidupnya yang tertentu.
Pancasila merupakan filsafat tentang kodrat manusia. Dalam pancasila tersimpul
hal-hal yang asasi tentang manusia. Oleh karena itu pokok-pokok Pancasila
bersifat universal.
PANDANGAN
I DALAM FILSAFAT PANCASILA
Secara lebih lanjut dapat
dikemukakan pula bahwa dasar filsafat bangsa Indonesia bersifat majemuk tunggal
(monopluralis), yang merupakan persatuan dan kesatuan dari sila-silanya. Akan
tetapi bukan manusia yang menjadi dasar persatuan dan kesatuan dari sila-sila
Pancasila itu, melainkan dasar persatuan dan kesatuan itu terletak pada hakikat
manusia. Secara hakiki, susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan badan,
sifat kodratnya adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, dan
kedudukan kodratnya adalah sebagai makhluk Tuhan dan makhluk yang berdiri
sendiri (otonom). Aspek-aspek hakikat kodrat manusia itu dalam realitasnya
saling berhubungan erat, saling brkaitan, yang satu tidak dapat dipisahkan dari
yang lain. Jadi bersifat monopluralis, dan hakiikat manusia yang monopluralis
itulah yang menjadi dasar persatuan dan kesatuan sila-sila Pancasila yang
merupakan dasar filsafat Negara Indonesia.
Pancasila yang bulat dan utuh
yang bersifat majemuk tunggal itu menjadi dasar hidup bersama bangsa Indonesia
yang bersifat majemuk tunggal pula. Dalam kenyataannya, bangsa Indonesia itu
terdiri dari berbagai suku bangsa, adat istiadat, kebudayaan dan
agama yang berbeda. Dan diantara perbedaan yang ada sebenarnya juga
terdapat kesamaan. Secara hakiki, bangsa Indonesia yang memiliki
perbedaan-perbedaan itu juga memiliki kesamaan,.bangsa Indonesia berasal dari
keturunan nenek moyang yang sama, jadi dapat dikatakan memiliki kesatuan
darah. Dapat diungkapkan pula bahwa bangsa Indonesia yang memilikiperbedaan itu
juga mempunyai kesamaan sejarah dan nasib kehidupan.
Secara bersama bangsa Indonesia
pernah dijajah, berjuang melawan penjajahan, merdeka dari penjajahan. Dan yang
lebih penting lagi adalah bahwa setelah merdek, bangsa Indonesia mempunyai
kesamaan tekad yaitu mengurus kepentingannya sendiri dalam bentuk Negara yang
merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Kesadaran akan perbedaan dan
kesamaan inilah yang menumbuhkan niat, kehendak (karsa dan Wollen) untuk selalu
menuju kepada persatuan dan kesatuan bangsa atau yang lebih dikenal dengan
wawasan “ bhineka tunggal ika “.
Pernyataan lebih lanjut adalah
bagaimana bangsa Indonesia melaksanakan kehidupan bersama berlandaskan kepada
dasar filsafat Pancasila sebagai asas persatuan dan kesatuan sebagai perwujudan
hakikat kodrat manusia. Pada saat mendirikan Negara Indonesia, para pendiri
sepakat untuk mendirikan Negara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan sifat
dan corak masyarakat Indonesia,yaitu Negara yang berdasar atas aliran pikiran
Negara (staatsidee) negara yang integralistik, negara yang bersatu dengan
seluruh rakyatnya, yang mengatasi seluruh golongan dalam bidang apapun.
Jadi negara sebagai susunan
dari seluruh masyarakat dimana segala golongan, segala bagian dan seluruh
anggotanya berhubungan erat satu dengan lainnya dan merupakan persatuan
dan kesatuan yang organis. Kepentingan individu dan kepentingan bersama harus
diserasikan dan diseimbangkan antara satu dengan lainnya. Hidup kenegaraan
diatur dalam prinsip solidaritas, menuntut bahwa kebersamaan dan individu
tidak dapat dipertentangkan satu dengan lainnya. Negara harus dipandang
sebagai institusi seluruh rakyat yang memberi tempat bagi semua golongan dan
lapisan masyarakat dalam bidang apapun.
Sebaliknya negara juga
bertanggung jawab atas kemerdekaan dan kesejahteraan semua warga negara. Tujuan
Negara adalah kesejahteraan umum. Oleh karena itu negara tidak mempersatukan
diri dengan golongan terbesar, juga tidak mempersatukan diri dengan
golongan yang paling kuat, melainkan Negara mengusahakan tujuannya dengan
memperhatikan semua golongan dan semua perseorangan. Negara mempersatukan diri
dengan seluruh lapisan masyarakat.
PERANAN MAHASISWA UNTUK KEMAJUAN
BANGSA
PERANAN PEMUDA DAN
MAHASISWA DALAM KEMAJUAN BANGSA (ERA DAHULU)
Di era Reformasi, para pemuda khususnya mahasiswa selalu berperan dalam perubahan negeri ini. Berbagai peristiwa besar identik dengan peran pemuda dan mahasiwa didalamnya.
Dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, gerakan pemuda dan mahasiswa sering menjadi tombak perjuangan nasional. Beberapa Gerakan pemuda dan Mahasiswa yang dicatat di dalam sejarah adalah sebagai berikut :
Di era Reformasi, para pemuda khususnya mahasiswa selalu berperan dalam perubahan negeri ini. Berbagai peristiwa besar identik dengan peran pemuda dan mahasiwa didalamnya.
Dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, gerakan pemuda dan mahasiswa sering menjadi tombak perjuangan nasional. Beberapa Gerakan pemuda dan Mahasiswa yang dicatat di dalam sejarah adalah sebagai berikut :
1.
Budi Utomo
2.
Sumpah Pemuda
3.
Perhimpunan Indonesia
4.
Peristiwa Rengasdengklok
Gerakan perjuangan pemuda dan mahasiswa sebagai control pemerintahan dan control social terus berkembang pesat, hingga terjadi Tragedi Trisakti yang merupakan gerakan perjuangan pemuda dan mahasiswa. Gerakan ini menuntut reformasi perubahan pemerintahan yang KKN ( korupsi, kolusi dan Nepotisme ) dan memaksa Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai presiden bangsa indonesia
Sejarah panjang gerakan pemuda dan mahasiswa merupakan salah satu bukti eksistensi dan tanggung jawab sebagai rakyat Indonesia dalam memberikan perubahan dan memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.
II. PERANAN PEMUDA DAN MAHASISWA DALAM KEMAJUAN BANGSA (ERA SEKARANG)
Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Pernyataan ini akan sangat membanggakan bagi masyarakat Indonesia apabila dapat menjadi kenyataan. Akan tetapi, faktanya membuktikan bahwa generasi muda di Indonesia saat ini cenderung mengkhawatirkan perilakunya bagi kelanjutan masa depan bangsa ini.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi pada generasi muda antara lain kasus narkoba, kejahatan, pergaulan bebas dan lain sebagainya. Peranan pemuda dan mahasiswa tentunya masih sangat diperlukan untuk regenerasi dalam mewujudkan dan melanjutkan cita-cita bangsa ini yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu.
Peranan pemuda dan mahasiwa terlihat sudah mulai terarah ke gerakan pemuda dan mahasiswa pada zaman reformasi. Bisa kita lihat pada peristiwa Kenaikan BBM kemarin. Unjuk rasa pemuda dan mahasiswa terlihat anarkis. Jika Kenaikan Harga BBM benar-benar terjadi, bisa saja unjuk rasa pemuda dan mahasiswa menjadi unjuk rasa besar-besaran, seperti Tragedi Trisakti pada zaman reformasi.
Dilihat dari segi positifnya, peranan pemuda terhadap kemajuan bangsa sudah membaik, misalnya dengan memenangkan kompetisi antar negara. Dengan pemuda menjadi pemenang atau hanya berpartisipasi, itu sudah menjadi peranan dalam kemauan bangsa.

















