Pipeline
Pipeline adalah suatu cara yang digunakan
untuk melakukan sejumlah kerja secara bersama tetapi dalam tahap berbeda yang
dialirkan secara kontinu pada unit pemrosesan. Dengan Pipeline, unit pemrosesan
akan selalu bekerja sehingga memaksimalkan kerja microprocessor. Pada
microprocessor yang tidak menggunakan pipeline, satu instruksi dilakukan sampai
selesai, setelah selesai baru instruksi berikutnya dilakukan. Sedangkan
microprocessor yang menggunakan teknik pipeline, ketika satu instruksi
diproses, maka instruksi berikutnya dapat dikerjakan dan diproses dalam waktu
yang bersamaan. Tetapi, instruksi yang diproses secara bersamaan ini, ada dalam
tahap proses yang berbeda. Jadi, ada sejumlah tahap yang akan dilewati oleh
sebuah instruksi.
Dengan penerapan pipeline ini pada
microprocessor akan didapatkan peningkatan dalam untuk kerja microprocessor.
Hal ini terjadi karena beberapa instruksi dapat dilakukan secara parallel dalm
waktu yang bersamaan. Namun, karena beberapa instruksi diproses secara
bersamaan ada kemungkinan instruksi tersebut sama-sama memerlukan resource yang
sama, sehingga diperlukan adanya pengaturan yang tepat agar proses tetap
berjalan dengan benar. Sedangkan ketergantungan terhadap data bias muncul,
misalnya instruksi yang berurutan memerlukan data dari instruksi yang
sebelumnya. Kasus jump juga perlu diperhatikan. Karena ketika sebuah instruksi
meminta untuk mrelompat ke suatu memori tertentu akan terjadi perubahan program
counter, sedangkan instruksi yang sedang berada dalam salah satu tahap tidak
mendukung dan mengharapkan terjadinya perubahan program counter.
Klasifikasi Pipeline
Pipeline dapat kita klasifikasikan
menurut fungsi dan konfigurasinya. Secara fungsional, pipeline dapat diklasifikasikan
menjadi tiga kelompok pokok : pipelining aritmatika, instruksi, dan prosesor.
Ramamoorthy dan Li (1977) mengajukan tiga skema untuk mengklasifikasikan
pipeline menurut konfigurasi dan strategi kendalinya : unifungsi atau
multifungsi dan skalar atau vector.
1 Klasifikasi Berdasarkan Fungsi
- Pipelining Aritmatika
Proses segmentasi fungsi dari ALU
dari sistem yang muncul dalam kategori ini.
a. Pipelining Instruksi
Dalam suatu komputer non-pipeline, CPU
bekerja melalui suatu siklus yang berkesinambungan dari fetch-decode-eksekusi
untuk semua instruksinya. Proses fetch suatu instruksi tidak akan dimulai
sampai eksekusi instruksi sebelumnya selesai. Untuk mem-pipeline fungsi ini,
instruksi-instruksi yang berdampingan di-fetch dari memori ketika instruksi
yang sebelumnya di-decode dan dijalankan. Proses pipelining instruksi
instruction look ahead, mem-fetch instruksi secara berurutan. Dengan demikian,
jika suatu instruksi menyebabkan percabangan keluar dari urutan itu maka pipe
akan dikosongkan dari seluruh instruksi yang telah di-fetch sebelumnya dan
instruksi percabangan tersebut di-fetch. Proses pipelining instruksi dikerjakan
pada hampir semua komputer berkemampuan tinggi.
b.
Pipelining Processor
Sewaktu stage dari suatu pipeline,
prosesor aktual dan latch-latch saling berbagi memori di antara
prosesor-prosesor tersebut, sehingga pipeline tersebut disebut sebagai pipeline
prosesor. Dalam pipeline ini, setiap prosesor mempunyai suatu tugas tertentu
yang akan dijalankan pada aliran data. Pipelining banyak prosesor(multiple
prosesor) merupakan konsep yang relatif baru dan belum umum.
2 Klasifikasi Berdasarkan Konfigurasi
- Unifungsi dan Multifungsi
Kemampuan suatu pipeline menjalankan
hanya satu jenis pokok operasi disebut sebagai pipeline unifungsi. Misalnya,
perkalian floating-point mensyaratkan pipeline agar juga menjalankan operasi
yang sama pada setiap kelompok input. Jika pipeline dapat menjalankan
fungsi-fungsi yang berbeda maka disebut sebagai pipeline multifungsi.
Fungsi-fungsi yang berbeda itu bisa dijalankan baik pada waktu yang bersamaan
ataupun berbeda, dengan menghubungkan subkelompok-subkelompok stage yang
berbeda dalam pipeline. Pipeline disusun seperlunya sesuai dengan nilai input
kendali tambahan.
- Static atau Dynamic
Ketika instruksi-instruksi yang berjenis
sama akan dijalankan secara bersamaan waktunya, maka digunakan pipeline statis.
Pipeline ini dapat berupa pipeline fungsional maupun multifungsional tetapi mungkin
mengasumsikan hanya satu konfigurasi fungsional pada suatu waktu. Suatu
pipeline multifungsi statis dapat bekerja paling baik jika fungsi yang akan
dijalankan tidak sering berubah. Antara perubahan, pipeline terlihat sebagai
pipeline unifungsi dan mengulangi operasi yang sama berulang-ulang. Sebelum
mengganti fungsi tersebut, kelompok input terakhir dari fungsi sebelumnya harus
benar-benar telah melewati pipeline. Kemudian pipeline dikonfigurasikan untuk
fungsi yang baru dan input yang baru boleh masuk ke dalam pipe. Dengan pipeline
dinamis, beberapa konfigurasi fungsional dapat muncul sekaligus. Hal ini
berarti harus digunakan sebuah pipeline multifungsional. Dalam kasus ini,
konfigurasi pipe berubah-ubah secara konstan, tergantung pada data mana untuk
fungsi yang mana pada stage yang mana untuk setiap penangguhan clock. Pipeline
dinamis memerlukan kendali yang sangat kompleks dan mekanisme perangkat untuk
mengkonfigurasikan pipe bagi input-input tertentu. Untuk alasan ini, pipelining
aktual tidak berada di bawah kendali programmer melainkan dibangun kedalam
arsitektur mesin tersebut.
- Skalar atau Vector
Suatu pipeline skalar memproses
serangkaian operasi skalar pada operand skalar. Salah satu contoh berupa
operasi ADD dalam loop FOR. Pipeline vector dirancang untuk memproses instruksi
vektor dengan menggunakan operand vektor.Komputer yang mempunyai
instruksi-instruksi vektor disebut sebagai prosesor vektor.
TUGAS TAMBAHAN
GENERATOR
LISTRIK

Pengertian Generator Listrik adalah sebuah mesin
yang dapat mengubah energi gerak (mekanik) menjadi energi listrik(elektrik).
Sumber Energi Gerak Generator
Energi yang menggerakkan generator sendiri sumbernya bermacam macam. Padapembangkit listrik tenaga angin misalnya generator bergerak karena adanya kincir yang berputar karena angin. Demikian pula pada pembangkit pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan energi gerak dari air. Sedang pada pembangkit listrik gerak dari generator didapatkan dari proses pembakaran bahan bakar diesel.
Sumber Energi Gerak Generator
Energi yang menggerakkan generator sendiri sumbernya bermacam macam. Padapembangkit listrik tenaga angin misalnya generator bergerak karena adanya kincir yang berputar karena angin. Demikian pula pada pembangkit pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan energi gerak dari air. Sedang pada pembangkit listrik gerak dari generator didapatkan dari proses pembakaran bahan bakar diesel.
Prinsip
Kerja / Cara Kerja Generator Listrik
Generator
bekerja berdasarkan hukum faraday yakni apabila suatu penghantar diputarkan
didalam sebuah medan magnet sehingga memotong garis garis gaya magnet maka pada
ujung penghantar tersebut akan timbulkan ggl (garis gaya listrik) yang
mempunyai satuan volt.
Jenis jenis generator :
1. Jenis generator berdasarkan letak kutubnya dibagi
menjadi :
a. generator
kutub dalam : generator kutub dalam mempunyai medan magnet yang terletak pada
bagian yang berputar (rotor).
b. generator
kutub luar : generator kutub luar mempunyai medan magnet yang terletak pada
bagian yang diam (stator)
2. Jenis generator berdasarkan putaran medan dibagi menjadi
:
a. generator
sinkron
b. generator
asinkron
3. Jenis generator berdasarkan jenis arus yang
dibangkitkan
b. generator
arus bolak balik (AC)
4. Jenis generator dilihat dari fasanya
a. generator
satu fasa
b. generator
tiga fasa
5. Jenis generator berdasarkan bentuk rotornya :
a. generator
rotor kutub menonjol biasa digunakan pada generator dengan rpm rendah seperti
PLTA dan PLTD
b. generator
rotor kutub rata (silindris) biasa digunakan pada pembangkit listrik /
generator dengan putaran rpm tinggi seperti PLTG dan PLTU
Manfaat / Fungsi Generator
Generator
berfungsi untuk menghasilkan listrik dengan cara mengubah gerak menjadi energi
listriksehingga bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
-Ridh#HBSCJ#012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar