Minggu, 03 Januari 2016

jurnal 1 : pemanfaatan iptek dengan dunia industri

     

PENERAPAN EKO-TEKNOLOGI

            1. Transformasi Sistem Industri Eko-teknologi industri berkembang sebagai tanggapan yang holistik dalam memandu transformasi sistem industri menuju interaksi yang berkelanjutan dengan sistem lingkungan alam. Keluasan dari eko-teknologi industri menempatkannya sebagai kerangka kontekstual bagi penggunaan danpemanfaatan berbagai metoda dan instrumen pengelolaan lingkungan secara lebih efektif. Kesadaran akan pentingnya ekologi industri pada hakekatnya terletak pada kesadaran perlunya transformasi kerangka kontekstual dalam memahami penerapan
penegelolaan industri dari model linier menuju suatu sistem yang daur tertutup menyerupai
suatu ekosistem (daur sumber energi terusfor Environement DfE)
Keterkaitan antara sistem industri dengan sistem lingkungan alam yang memungkinkan atiran umpan batik.Memperpanjang umur produk dan jasa.

            2. Penerapan Ekologi Industri
Ekologi Industri menerapkan pandangan holistik dalam pelaksanaan studi, penilaian, dan peningkatan serta pemanfaatan sumberdaya alam (material, energi, dan kapasitas asimilasi dari lingkungan) pada masyarakat industri. Prespektif kearah implementasi ekologi industri, secara sederhana prinsip-prinsip dasarnya, dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Ekologi industri merupakan kosep

proaktoif bukan reaktif. Diprakarsai dan diperkenalkan oleh industri sendiri karena
merupakan kepentingannya sendiri serta Perkembangan Iptek Dalam Pengelolaan kepentingan terhadap sistem disekitarnya di mana mereka melakukukan interaksi dan bukan karena faktor eksternal yang mempengaruhinya.

b. Ekologi industri termasuk dalam

perencanaan proses internal bukan sesuatu perencanaan tambahan dalam prosesnya. Suatu sistem dapat dikatakan berlanjut apabila dalam evolusinya proses adaptasi eksternal dapat dilanjutkan secara gradual oleh proses adaptasi internal.

c. Ekologi industri bersifat lentur (flexible)

tidak kaku (rigid), ekologi industri dapat mengakomodasikan berbagai perubahan dan perkembangan baru di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi dan budaya.

d. Ekologi industri memiliki cakupan yang

luas dan merupakan pendekatan lintas sektoral, lintas ruang dan lintas budaya. Kompleksitas dalam pengimplemen-tasian ekologi industri didekati melalui pengelompokan kepentingan pada berbagai
skala, baik untuk sistem industri muapun sistem lingkungan alam. Sistem industri dibangun oleh masyarakat industri, yang secara hiraarkis merupakan pengelompokan sejumlaaah sektor industri, di dalamnya dibentuk oleh sejumlah unit usaha yang memproduksi barang dan jasa. Sistem lingkungan alam juga dibangun oleh kepentingan lingkungan global, regional dan lokal. Walaupun pengelompokan tersebuttidak memberikan batasan ruaang secara pasti, namun dapat membantu memposisikan pendekatan-pendekatan yang berbeda dalam pengimplementasian ekologi industri. Pada umumnya, implementasi ekologi industri dilakukan melalui berbagai pendekatan yaitu :


a. Pendekatan Rekayasa, pendekatan menuju aplikasi teknologi memusatkan pada perhatian pada bahan dan produk sebagai komponen sistem industri. Jelinski (1992) menyebutkan seebagai
pendekatan spesifik bahan (materialspecific) dan spesifik produk (product specific).

b. Pendekatan Ekonomi, pendekatan ini mengaplikasikan instrumen insentif dan disinsentif untuk mendorong sistem industri bergerak menuju siklus tertutup.

c. Pendekatan Ruang, salah satu perbedaan yang hakiki antara sistern industri dengan sistem ekologi adalah keterkaitankomponennya. Pada sistem industri keterkaitannya tidak selalu teratasi oleh ruang dan jarak. Dalam mendaur bahan menjadi bahan baru bagi keberlanjutan sistem industri yang bersangkutan menghadapi kendala ruang, sehingga pendekatan ini di aplikasikan untuk memperpendek daur bahan. Ketiga pendekatan tersebut di implementasikan secara komplementer pada berbagai skala, dengan dilengkapi oleh kelembagaan dan regulasi penunjangnya. Pengelolaan lingkungan yang dilaksnakan selama ini cendrung dilembagakan dalam kerangka yang linier. Prakarsa yang dilakukan dalam rangka ekologi industri mendorong terbentuknya kelembagaan dan regulasi
pengelolaan lingkungan menurut model sikIus tertutup.
sumber :
ejurnal.bppt.go.id/index.php/JTL/article/view/339/570

1 komentar: