manusia dan kebudayaan
BUDAYA
Biru Putih Merah Jingga Rintik hujan seolah bernyanyi dalam
ritme menawan
Semilir angin berhembus syahdu, menelisik berebut, seolah tak
kan ada hari esok
Manusia-manusia justru sibuk mengais
akan janji, janji tentang esok hari Seolah mentari benar-benar
redup dan
tenggelam dan tak kan muncul lagi Dan pelangi, enggan menyapa
dalam
serapahnya dunia akan kebobrokan bangsa
Kuning Hijau Nila
Indonesia negara bak pelangi Berkilauan…mempesona dalam setiap
alunan jiwa
Indonesia negara tersebut memiliki ratusan budaya dengan
berbagai karakter bangsa/ yang tertanam dalam napasnya
Mungkin iya bagi penikmat seni budaya Apa istimewanya Indonesia
dengan
negara lain? Toh mereka juga berbudaya
Mengapa harus suka Harlem Shake
kalau ada Gambyong? Mengapa harus suka K-Pop kalau ada
Asmaradhana?
Mengapa harus suka Film Korea kalau
ada wayang?
Apakah suka budaya itu katrok?! Mungkin iya bagi pemikir dangkal
Budaya?! Indah bukan? Satu kata penuh makna
dan nilai/ yang terkandung di dalamnya Apanya yang penuh makna
dan nilai?! Bahkan ketika kutanya apa definisi
budaya, dapatkah kau deskripsikan? Singkatnya, budaya itu…
pelangi Merah, Jingga, Hijau, Biru, Nila dan Ungu
Dari Ngaben sampai Dhugderan Dari Tifa sampai Siter Dari
Sipatokan sampai Bungong Jumpo Budaya Indonesia itu sempit? Mungkin iya bagi
bagi si gelap mata Yang tak mampu memaknainya Budaya Indonesia itu..unik Bahkan
ketika kubertanya siapa penciptanya, dapatkah kau rincikan? Mulai dari
menyentuh hati hingga
esktrim sekali Mulai dari alunan Musik Saluang hingga hingar
–bingar Kuda Lumping Pena ini lelah menulis Menulis hal yang tak habisnya Tak
ada habisnya? Ya, bahkan ketika kuminta kau menuliskan budaya-budaya elok ini,
budaya-budaya dari Sabang hingga Merauke dapatkah kau jabarkan?
Beragam bukan? Mungkin iya bagi pecandu seni Tapi kudengar bisik-bisik keraguan
Akankah sanggup negeri melestarikan
budaya-budaya nun elok ini? Saat boyband menjamur Kemanakah kuda
lumping? Saat sinetron mencuat Kemanakah kethoprak dan ludruk? Indonesia
menjaga budaya? Bah! warganya saja mundur teratur dalam menjaganya Bahkan
sampai hati membiarkan negara
serumpun sendiri merampasnya Macam orang bodoh tak peka
lingkungan Tak peka? Dimana kita saat budaya direnggut satu per satu? Hingga
karakter negeri ini mulai luntur Dimana kita saat budaya mengalamiplagiarisme?
Hingga para pemudanya kehilangan kiblat dan banyak tikus negeri berebutposisi
Lantas siapa yang patut disalahkan? Presiden? Menteri? Polisi? Atau bahkan tak
ada yang patut disalahkan? Tak pantas? Apa karena merasa benar? Benar? Bah!
Dimana kita saat nilai-nilaibudaya berguguran satu per satu? Apakah kebaya
kalah beken dari gaun? Apakah batik kalah nge-trend dari jas? Aku tak habis
pikir berapa banyak
pewaris budaya kelak? Akankah mereka dapat dihitung jemari?
Semoga tidak Mentari terus berarak seolah tak ingin menampakkan diri Seakan
memberiku waktu tuk berpikir:Mencerna Dan hingga kini, entahlah, jawabanpun
ku tak tahu Mungkin terdengar aneh dariku yang justru tak
memiliki suara indah bak pesinden, tubuh gemulai bak penariJaipong, bahkan
tangan lincah pemainangklung ini justru berani-berani beragumen bak pengamat
seni Tapi harapku saat generasi baru
bermunculan, Budaya Indonesia bukan
sekadar cerita indah kuno yang hanya dapat dikenang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar