Jumat, 02 Oktober 2015

MANUSIA DAN BUDAYA


manusia dan kebudayaan


                                                                  BUDAYA


Biru Putih Merah Jingga Rintik hujan seolah bernyanyi dalam ritme menawan
Semilir angin berhembus syahdu, menelisik berebut, seolah tak kan ada hari esok

Manusia-manusia justru sibuk mengais
akan janji, janji tentang esok hari Seolah mentari benar-benar redup dan

tenggelam dan tak kan muncul lagi Dan pelangi, enggan menyapa dalam
serapahnya dunia akan kebobrokan bangsa

Kuning Hijau Nila

Indonesia negara bak pelangi Berkilauan…mempesona dalam setiap alunan jiwa
Indonesia negara tersebut memiliki ratusan budaya dengan berbagai karakter bangsa/ yang tertanam dalam napasnya
Mungkin iya bagi penikmat seni budaya Apa istimewanya Indonesia dengan
negara lain? Toh mereka juga berbudaya

Mengapa harus suka Harlem Shake
kalau ada Gambyong? Mengapa harus suka K-Pop kalau ada
Asmaradhana?
Mengapa harus suka Film Korea kalau
ada wayang?

Apakah suka budaya itu katrok?! Mungkin iya bagi pemikir dangkal Budaya?! Indah bukan? Satu kata penuh makna
dan nilai/ yang terkandung di dalamnya Apanya yang penuh makna dan nilai?! Bahkan ketika kutanya apa definisi
budaya, dapatkah kau deskripsikan? Singkatnya, budaya itu… pelangi Merah, Jingga, Hijau, Biru, Nila dan Ungu
Dari Ngaben sampai Dhugderan Dari Tifa sampai Siter Dari Sipatokan sampai Bungong Jumpo Budaya Indonesia itu sempit? Mungkin iya bagi bagi si gelap mata Yang tak mampu memaknainya Budaya Indonesia itu..unik Bahkan ketika kubertanya siapa penciptanya, dapatkah kau rincikan? Mulai dari menyentuh hati hingga

esktrim sekali Mulai dari alunan Musik Saluang hingga hingar –bingar Kuda Lumping Pena ini lelah menulis Menulis hal yang tak habisnya Tak ada habisnya? Ya, bahkan ketika kuminta kau menuliskan budaya-budaya elok ini,
budaya-budaya dari Sabang hingga Merauke dapatkah kau jabarkan? Beragam bukan? Mungkin iya bagi pecandu seni Tapi kudengar bisik-bisik keraguan Akankah sanggup negeri melestarikan

budaya-budaya nun elok ini? Saat boyband menjamur Kemanakah kuda lumping? Saat sinetron mencuat Kemanakah kethoprak dan ludruk? Indonesia menjaga budaya? Bah! warganya saja mundur teratur dalam menjaganya Bahkan sampai hati membiarkan negara
serumpun sendiri merampasnya Macam orang bodoh tak peka lingkungan Tak peka? Dimana kita saat budaya direnggut satu per satu? Hingga karakter negeri ini mulai luntur Dimana kita saat budaya mengalamiplagiarisme? Hingga para pemudanya kehilangan kiblat dan banyak tikus negeri berebutposisi Lantas siapa yang patut disalahkan? Presiden? Menteri? Polisi? Atau bahkan tak ada yang patut disalahkan? Tak pantas? Apa karena merasa benar? Benar? Bah! Dimana kita saat nilai-nilaibudaya berguguran satu per satu? Apakah kebaya kalah beken dari gaun? Apakah batik kalah nge-trend dari jas? Aku tak habis pikir berapa banyak
pewaris budaya kelak? Akankah mereka dapat dihitung jemari? Semoga tidak Mentari terus berarak seolah tak ingin menampakkan diri Seakan memberiku waktu tuk berpikir:Mencerna Dan hingga kini, entahlah, jawabanpun
ku tak tahu Mungkin terdengar aneh dariku yang justru tak memiliki suara indah bak pesinden, tubuh gemulai bak penariJaipong, bahkan tangan lincah pemainangklung ini justru berani-berani beragumen bak pengamat seni Tapi harapku saat generasi baru
bermunculan, Budaya Indonesia bukan
sekadar cerita indah kuno yang hanya dapat dikenang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar